| Aku menemukanmu.. sebagai sosok yang meraup butiran pasir berwarna abu . tidak hitam pula tidak putih .. kau menggenggamnya, tapi dengan tidak kuat sehingga bulir tiap bulir pasir itu tak dapat keluar melalui sela-sela jarimu .. dan sampai saat ini kau masih mempertahankannya tak pernah peduli dengan pasir yang tak berwarna putih itu , dan yakin akan pasir yang kau raup itu bukanlah pasir hitam .. Aku menemukanmu.. sebagai sosok yang memutuskan untuk memilih pasir abu~abu itu, kau merekahkan senyumanmu sehingga menjadi sebuah tawa, bola matamu memancarkan kepuasan .. Seperti telah mendapatkan butiran pasir yang selama ini kau cari . bukan pasir putih yang selalu suci yang kadangkala ia mendapatkan banyak jamahan dari bermacam tangan didunia ini.. bukan pula pasir hitam yang kelam .. kau putuskan untuk meraup pasir abu~abu ! digenggaman tanganmu, kau mulai mengatupkan bibirmu ..kau berpikir ! Haruskah aku membiarkannya tanpa genggaman yang kuat? Namun kau takut satu persatu butiran pasir yang telah kau raup itu akan terbang terbawa angin halus ataupun angin kencang yang menerpanya dan kau akan kehilangan . atau haruskah aku menggengganya dengan erat agar ia tak dapat hilang oleh terpaan angin yang membawanya? Namun kau takut butir tiap butir pasir abumu itu akan jatuh melalui sela-sela jarimu sehingga ia akan habis dan kau akan kehilangan .. lalu kau memejemkan mata, menghembuskan nafas kuat, dan kau memilih untuk tidak menggenggamnya dengan erat, kau biarkan pasir itu tetap berada ditelapak tanganmu, kau relakan ia hilang terbawa terpaan angin daripada hilang karena tak mampu menahan genggamanmu yang sangat kuat .. dan itulah kamu ! sosok yang ikhlas yang menjadikan pasir abu~abu itu tetap indah dengan warna aslinya :) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| dan yakin akan pasir yang kau raup itu bukanlah pasir hitam .. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hidup indah dan positive itu milik kita, dan kita ini milik Allah, Tuhan Maha Indah , dan akan kembalilah kita pada nya yang Maha Indah :)
Senin, 09 April 2012
Pasir Abu~abu !
Minggu, 26 Februari 2012
No More BB , Semprot saja ketiak nyah (˚˘▯˘˚)
Monday, February 20, 2012
Monday anymore !
Gue bingung, kenapa rata-rata orang membenci hari senin, walaupun ga semua .
Termasuk gue, dan gue pun bingung.. kenapa gue ga membenci hari senin seperti orang-orang yang selalu meneriakan I hate Monday, kenapa ga diganti aja I Like Monday ┐(^∇^)/, kan biar hari-hari seminggu kedepannya juga be happiness :D haha, teriakin pas melek dari tidur setelah baca doa bangun tidur tentunya, senyum lepas walopun gigi terakhir digosok tadi malem, minum aer putih terus teriak deh “selamat pagi dunia , I Like Monday.. yeayy”
And then ..
sebenernya gue bukan mau ngebahas senin pagi atau hari senin .
Tapi gue mau cerita activity senin di minggu ketiga February gue ini ,
Hari ini gue lepas menjadi trainer anak PSG yang lagi magang dikantor, dan di section tempat gue kerja . Product Engineering (PE). terbagi menjadi dua bagian antara switch dan relay, dan alhasil mempunyai manager yang berbeda dan secretary yang berbeda pula .
Kebetulan mba Yuli (guise name), secretary of PE Relay section sedang cuty hamil untuk 3 bulan kedepan, dan otomatis seluruh job dess nya dia untuk temporary dikerjakan ke anak PSG, dan gue, walopun sebagai secretary dari switch sectionlah yang mesti menjadi trainer anak tersebut.
Sebut saja namanya Tiwi (nama samaran :p), bukan Tiwiter yaa .. berbadan tambun, pipi chubby, dan sangat polos, terang saja ia polos orang umurnya masih 16tahun. (dalam prosedur tidak memperbolehkan memperkerjakan anak dibawah umur a.k.a ≤18 Haha,
Ceritanya tuh bemula dari salah seorang mba-mba yang job nya tuh menghandle document seluruh departement dikantor. Pusat segala document deh . yang complain sama gue dan nyuruh gue buat ngebilangin tuh anak about something wrong of “BB” .
Bertempat disudut gedung, dengan ruangan sendiri. Dan hanya dia yang mempunyai ruang kerja sendiri kaya presiden direktur deh pokoknya beda dari yang laen haha. Ruangan dengan kira-kira lebar 4x6 meter itu, dengan satu AC diatas ruangan, tercium bau sesuatu yang agak aneh . ya, aneh. Betapa tidak, pas masuk gue mencium pengharum ruangan fresh beraroma jeruk tapi ko bercampur seperti bau sesuatu yang aneh, dan aromanya pun jadinya juga aneh. Dan ternyata, ulik punya ulik ini semua bersumber dari k*tiak anak PSG tersebut. Padahal anak itu masuk sekitar 20 menitan yang lalu, dan ohh no ! gue sendiri yang ngerasain, anak itu pergi meninggalkan bau yang tidak sedap (kata salah satu staff).
Singkat cerita, niat gue mau ngebilangin dia besok setelah kita selesai briefing pagi, tapi ehh tau² nya dia udah muncul dengan sendirinya ke ruangan tempat gue kerja.
Sontak, gue berpikir “gue harus ngebilangin dia, kesian gue liat dia diomongin dibelakang, demi kebaikan dia dan umat juga .. haha” gue jadi inget sama buku setengah salmonnya Raditya Dika deh, ada satu cerita yang judulnya tuh Bakar saja keteknya , gue ngerasa kalo gue lagi jadi Dika haha, Cuma beda jenis kelamin aja kali ya.
Mungkin sekarang ini perasaan dan emotion gue sama kaya raditya dika pas dia mau ngebilangin sopirnya yang bermasalah dengan BB. Walopun kasusnya berbeda .Tapi sama2 dalam posisi yang kurang nyaman.
Dengan keberanian gue, gue panggil Tiwi ke Raflesia, ruang meeting office.Setelah basa-basi, ngalor-ngidul, sampe gue Tanya kapan dia mulai dateng bulan, and you know? Dia subur banget gan, dia mulai Menstruasi ketika dia lulus SD sedangkan gue, gue mulai M ketika gue kelas 2 SMP, entah karena gue emang baru baligh diusia itu ato emang karena gue kurang subur hahha.(tidak penting untuk diceritakan sebenarnya hehe) akhirnya gue Tanya dia..
“de, kamu pake parfum apa?” (lho ko gue jadi nanyain parfum?) .
“Casablanca ka”jawabnya lekas. “ohh, warna apa de?” gue makin ga jelas. “biru kaa, tapi kemaren sempet beli parfum yang lagi ngtrend sekarang”katanya lagi. Emang apaan ya yang lagi ngtrend sekarang? Batin gue sambil mikir² kok gue ga tau. “kaya yang kak Evi pake “sambungnya lagi. Hew? Gue langsung nyiumin baju gue, mengendus-endus dan mikir lagi, emang parfum gue lagi ngtrend? Kayanya ngga deh, orang uda lama. “ohh parfum yang reffilan itu yah de? Kaka mah pake Jessica”terang gue. ‘iyaa itu ka yang botolnya kecil² itu lho.” Yaampun sumpah yah ini anak polos banget, tapi bodo ahh gue harus jujur sama dia walaupun pahit. Hehe
“hemm, Tiwi .. kaka boleh nanya ga?” “iyaa ka”katanya segera. “tiwi suka pake deodoran ga ? hemm, maksud kaka .. dari kapan pakenya? Tiwi kan uda gede hehe”terang gue kaya ngomong ke anak SMP, padahal gue lagi ngomong sama anak SMK kelas 2 pula, yang kebanyakan udah pada dewasa dari segi penampilan dan pergaulannya sekarang ini.
“dulu pernah pake ka, tapi malah suka tambah basah jadi ga pernah pake lagi”katanya dengan mata lirik sana sini salting. “ohh, terakhir pake emang kapan de?”kata gue lagi. “SMP ka..” haa ? gubrakk .
yaiyalah terakhir pake SMP, gatau kapan tapi kan sekarang dia uda kelas dua SMA gitu .
“ohh, sekarang ga pake lagi emang de?” dia hanya menggelengkan kepala.
“engga ada maksud apa² de, kita kan uda mulai beranjak dewasa, keringet yang diproduksi kulit kita juga kan lebih banyak, apalagi kita terjun langsung ke dunia kerja bertemu banyak orang, bermacem jenisnya, dengan gender dan sifat yang berbeda pula, kaka gamau aja kamu ada yang negor atau ngomongin dibelakang de..”gue nafas sejenak.”iya ka”katanya pelan. “coba deh kamu pake rexona, kaka juga pake itu . coba dulu yang sachet gausa yang roll, lebih awet dan lebih kondusif pemakaiannya”terang gue panjang lebar bak orang yang lagi promotion.
And Next.. kontan anak itu langsung make deodorant, sepertinya sih. soalnya uda ngga kecium lagi .
Tapi today, February 24, bearti belum satu minggu gue memberikan mandat sama dia (hehe, lebay banget sih gue ya?), semua berubah lagi. Barusan gue dapet teguran halus lagi dari seorang mas-mas cakep nan genit, dia nyuruh gue buat beliin parfum buat si dia. Ya ampun, ini artinya gue mesti berhadapan dengan muka polos dan melasnya Tiwi. Gue ga tega L sumpa ya Alloh kesian L, tapi ini demi kebaikan dia juga, makin hari makin banyak orang yang terganggu dan akirnya ga suka sama dia. Gue sedikit pusingg, gimana caranya gue ngomong sama dia tanpa menyinggung dia, karena gue yakin sehalus apapun bahasa gue, dia pasti tetep ngerasa tersinggung dan minder . gue gamau ngbunuh karakter orang, gua gamau bikin orang nge-down, gue juga gamau bikin orang kehilangan rasa PD nya, ya Rabb .. tapi gimana lagi, gue tetep mesty jujur sebelom bertambah lagi orang yang mencibirnya.
Bismillahirrahmanirrahiim deh, dan kali ini gue mendapat satu hikmah dan satu pembelajaran lagi. Bahwa hidup memang harus jujur walau pahit walau itu sakit,
Terkadang kita mesti menghilangkan sifat keramah tamahan kita pada orang ketika kita mesti mengungkapkan sebuah kejujuran. Karena jujur itu indah J
Dan hidup akan senantiasa tentram dengan kejujuran ╮(^∇^)╭ .
Terimakasi ya Allah atas semua pemberian Mu yang tak pernah ada kesia-siaan didalamnya J ❤ Allah ..
Langganan:
Postingan (Atom)